Saya Adalah Cerita yang Masih Terus Ditulis

,

·

Tanggal: 22 Mei 2026
Penulis: Alya Salsabila


📖 Bukan Sekadar Belajar, Tapi Bereksplorasi

Setiap orang punya jalannya masing-masing. Ada yang memilih fokus pada satu hal, ada juga yang seperti saya—senang mencoba, aktif bergerak, dan belajar dari setiap pengalaman. Tulisan ini adalah catatan belajar dan eksplorasi saya. Bukan hanya soal coding atau pengembangan web, tapi juga tentang bagaimana organisasi, kepanitiaan, hingga dunia literasi membentuk cara saya berpikir dan bekerja hingga saat ini.

Saat ini saya sedang menempuh kuliah di Ekuitas University, tapi perjalanan saya dimulai jauh sebelum itu. Mari saya ceritakan dari awal.


🌱 Masa Kecil: Belajar Keberanian dari Hal Kecil

Sejak kecil, saya bukan tipe anak yang diam di rumah. Saya suka bertanya, suka mencoba hal baru, dan tidak takut tampil di depan. Orang tua saya sering bilang, “Kamu tuh enggak pernah bisa diem.” Dan itu benar.

Dari kecil, saya sudah terbiasa:

  • Ikut lomba dongeng meski sering grogi.
  • Menjadi pemimpin regu saat pramuka.
  • Suka menyanyi di mana pun—di kamar, di motor, di mobil, bahkan di acara keluarga.

Kegemaran menyanyi ini ternyata menjadi fondasi penting. Saya belajar bahwa mengekspresikan diri itu menyenangkan, dan itu membantu saya percaya diri saat berbicara di depan banyak orang.

Pengalaman kecil ini yang tanpa saya sadari, melatih soft skill yang sangat berguna sampai sekarang.


🚀 Masa SMA: Zona Eksplorasi Tanpa Batas

SMA adalah masa paling padat dalam hidup saya. Saya seperti ingin mencicipi semua kegiatan yang ada. Bukan karena terpaksa, tapi karena saya benar-benar menikmatinya.

Organisasi dan Ekstrakurikuler yang Saya Ikuti:

Organisasi / EkstrakurikulerPeran & Aktivitas
OSISAktif dalam kepengurusan, menjadi ketua seksi bidang 8 tentang kesenian dan kebudayaan, belajar koordinasi dan tanggung jawab.
GELIS 19 Gerakan Literasi SekolahSebagai wakil ketua umum, menggalakkan budaya baca dan tulis di lingkungan sekolah.
GATRA PIK-R (Generasi Terencana – Pusat Informasi dan Konseling Remaja)Belajar tentang kesehatan remaja, pendewasaan usia perkawinan, dan menjadi teman sebaya, beberapa siswa yang mempunyai masalah biasanya cari saya dan teman teman gatra lainnya.
GOV (Glam O’Voice) Paduan SuaraMenyalurkan hobi menyanyi secara lebih terstruktur, tampil di event-event sekolah serta mengikuti perlombaan.
IKREMA 19Ikut kajian rutin, menjadi panitia peringatan hari besar Islam dan belajar berorganisasi juga.
Duta BacaMeningkatkan minat baca dan literasi di lingkungan seolah.
Siswa EligibleMasuk dalam 40% rank siswa tingkat sekolah.
TrinitySix Band di luar sekolahBermain musik bersama teman, yang penting jam terbang, sesekali manggung di acara kecil, live music di cafe.

Menjadi Ketua Pelaksana di Beberapa Acara

Dari berbagai organisasi yang saya ikuti, beberapa kali saya dipercaya menjadi ketua pelaksana acara, misalnya:

  • Pemilihan Brand Ambassador SMA 19 Bandung.
  • ETERNAL GAME (acara pertama osis angkatan saya)
  • SRA School Reading Awards.
  • RAT KOPMA XX (Rapat Anggota Tahunan Koperasi Mahasiswa).

Menjadi ketua pelaksana mengajarkan saya banyak hal:

  • Manajemen tim: membagi tugas, mengingatkan deadline, menyelesaikan konflik.
  • Problem solving: saat ada acara mendadak atau kekurangan dana, harus cepat cari solusi.
  • Komunikasi lintas pihak: dari guru sampai dosen, teman, sponsor, hingga pihak luar sekolah.

Dari sini saya sadar: organisasi bukan sekadar kegiatan, tapi laboratorium kepemimpihan sesungguhnya.


🎓 Masa Kuliah: Fokus, Aktif, dan Jadi Queen Koperasi

Setelah lulus SMA, saya melanjutkan kuliah di Ekuitas University. Awalnya saya pikir saya akan sedikit “mundur” dari organisasi karena ingin fokus kuliah. Tapi ternyata… darah organisasi sudah terlalu kental.

Koperasi Mahasiswa (Kopma): Rumah Baru

Di semester awal, saya bergabung dengan Koperasi Mahasiswa (Kopma). Awalnya hanya iseng, tapi lama-lama betah. Kopma mengajarkan banyak hal yang nyata:

  • Pengelolaan usaha (menjual alat tulis, makanan ringan, aksesoris, sampai skincare dll.)
  • Manajemen keuangan koperasi (simpan pinjam, pencatatan, laporan keuangan).
  • Kewirausahaan sosial (koperasi untuk kesejahteraan mahasiswa).

Queen Koperasi Mahasiswa 2026

Saya tidak menyangka, pada tahun 2026 saya terpilih menjadi Queen Koperasi Mahasiswa. Ini bukan sekadar gelar, tapi amanah:

  • Menjadi wajah dan motivator bagi anggota koperasi.
  • Mendorong lebih banyak mahasiswa untuk sadar berkoperasi.
  • Mungkin kedepannya bisa menjadi perwakilan mahasiswa dalam forum koperasi di tingkat universitas bahkan di luar.

Gelar ini juga mengajarkan saya bahwa: ketika seseorang konsisten dan berkontribusi nyata, penghargaan akan datang dengan sendirinya.

Aktif di Berbagai Kepanitiaan

Selain Kopma, saya juga suka menjadi panitia berbagai acara kampus seperti, FUN RUN 5K Ekuitas University, Musyawarah Mahasiswa (MUMAS), RAT KOPMA sampai PKM bersama dosen.

Saya belajar bahwa menjadi panitia itu capek, tapi kepuasannya luar biasa. Apalagi saat melihat acara berjalan lancar dan peserta tersenyum.

🍜 CEO Kalcer: Berbisnis Kuliner Sambil Kuliah

Aktivitas organisasi saja ternyata tidak cukup untuk menampung energi saya. Pada suatu titik, saya merasa ingin menciptakan sesuatu yang nyata—sesuatu yang bisa saya kelola sendiri, memberikan nilai bagi orang lain, sekaligus menjadi laboratorium bisnis.

Maka lahirlah CEO Kalcer.

Apa Itu CEO Kalcer?

CEO Kalcer adalah usaha kuliner rumahan yang saya bangun bersama saudara dan juga salah satu orang yang sangat baik dalam hidup saya—mulai dari ide, resep, produksi, pemasaran, hingga pengiriman. “Kalcer” sendiri adalah plesetan dari kata Culture dalam bahasa inggris kaewna itu juga lagi trend sekarang, saya juga ingin menyajikan makanan yang enak, terjangkau, tapi tetap punya ciri khas.

Menu Andalan CEO Kalcer:

MenuDeskripsi
Dimsum KalcerDimsum homemade dengan isian ayam yang juicy, disajikan dengan saus spesial rahasia dan juga chili oil.
Wonton Chili OilWonton rebus dengan siraman minyak pedas yang gurih dan wangi. Cocok untuk pecinta level pedas sedang hingga extra hot.
PUDOT Puding SedotPuding lembut dalam kemasan botol yang bisa langsung disedot. Praktis, segar, dan jadi favorit anak muda.
CateringUntuk acara arisan, rapat organisasi, atau kumpul keluarga, saya juga menerima pesanan catering dengan menu yang bisa disesuaikan.

Belajar dari CEO Kalcer

Menjalankan CEO Kalcer tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya belajar banyak hal:

  • Manajemen stok bahan baku: jangan sampai dimsum habis di tengah malam saat orderan lagi ramai.
  • Pricing dan kalkulasi untung rugi: agar harga tetap bersahabat tapi bisnis tetap sehat.
  • Marketing lewat medsos: membuat konten, merespon DM, hingga packing order dengan rapi agar pelanggan puas.
  • Time management: antara produksi dimsum, meeting koperasi, dan ngerjain tugas kuliah. Pernah suatu malam saya sambil mengukus dimsum sambil ikut zoom rapat panitia. Itu seni.

CEO Kalcer adalah bukti bahwa seorang aktivis juga bisa menjadi pebisnis. Organisasi melatih kepemimpinan saya, tetapi bisnis melatih ketangguhan saya.

Saat ini CEO Kalcer terus berkembang—dari pesanan teman terdekat hingga mulai dikenal di lingkungan kampus.


💡 Refleksi: Apa yang Saya Pelajari dari Semua Ini?

Banyak orang bertanya: “Kamu sibuk banget, gak stres?” Jawabannya: kadang stres, tapi saya punya cara.

Nilai-nilai yang saya pegang:

  1. Aktif itu bukan sibuk kosong.
    Setiap kegiatan harus punya tujuan. Kalau tidak, saya tidak ambil.
  2. Waktu bisa diatur jika prioritas jelas.
    Saya tetap bisa menjalankan organisasi, kuliah, dan band di luar karena saya disiplin pakai kalender (Google Calendar adalah sahabat saya).
  3. Refleksi rutin penting.
    Setiap selesai proyek besar atau satu semester, saya luangkan waktu untuk menulis catatan belajar: apa yang berhasil, apa yang gagal, apa yang akan saya ulang.
  4. Jangan takut mencoba hal baru.
    Dari paduan suara hingga koperasi—dua dunia yang berbeda, tapi sama-sama mengajarkan kolaborasi.
  5. Eksplorasi teknis dan non-teknis harus berjalan beriringan.
    Saya belajar pengembangan web (coding, WordPress, dll.) bukan berarti meninggalkan organisasi. Justru organisasi memberi saya real problem yang bisa diselesaikan dengan teknologi.

🛠️ Eksperimen Teknis yang Sedang & Akan Saya Coba

Karena ini adalah Catatan Belajar & Eksplorasi untuk pengembangan web, saya juga ingin dokumentasikan apa saja yang sedang dan akan saya pelajari:

TopikStatusCatatan
WordPressSedang jalanMembuat website catatan belajar ini.
HTML/CSS dasarBelajarBisa buat halaman sederhana.
PythonBelajarSedang eksplorasi dan membuat projek-projek baru.
Git & GitHubBelajarIngin mulai menyimpan proyek online.
Manajemen karirTerus dipelajariKombinasi skill teknis + organisasi.

Saya juga berencana membuat proyek kecil berupa:

  • Website portofolio pribadi.
  • Sistem manajemen acara sederhana untuk organisasi kampus.
  • Catatan publik tentang tips kombinasi kuliah, organisasi, dan freelance.
  • About me.

✨ Ini Baru Awal

Saya menulis ini bukan untuk pamer, tapi untuk dokumentasi diri dan inspirasi bagi siapa pun yang membaca. Bahwa menjadi aktif, suka organisasi, dan belajar teknis seperti web development itu BISA dilakukan bersamaan. Kuncinya: konsisten, eksplorasi, dan refleksi.

Kalau Anda membaca ini dan merasa punya energi yang sama, mari berkenalan. Siapa tahu kita bisa kolaborasi atau sekadar bertukar cerita belajar.

“Jangan takut lambat. Takutlah jika berhenti sama sekali.”

Salam aktif,
Alya Salsabila
Mahasiswa Ekuitas University | Queen Koperasi Mahasiswa 2026 | Pencinta Literasi & Musik.

🖼️Galeri Aktivitas: Setiap Momen Berharga

Comments

Leave a Reply

Discover more from Alya Salsabila

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading